Socket-AM2 untuk Desktop
Sebelumnya lebih dikenal dengan socket M2. Namun pada perkembangan terakhir, akan disebut sebagai Socket-AM2. Ia memiliki konfi gurasi 940 pin. Sekilas jumlah ini mirip dengan jumlah pin pada processor Athlon dan Opteron terdahulu. Untungnya desain socketnya diubah, sehingga mencegah kesalahan penggunaan processor untuk socket AM2 dengan proccessor ber-pin 940 terdahulu.

Rencananya akan diluncurkan bertepatan dengan event Computex 2006 yang akan berlangsung pada awal Juni mendatang. Processor desktop yang akan menggunakan socket AM2 ini adalah Athlon FX, Athlon 64 dan Athlon X2, juga Sempron.

Sedangkan untuk Sempron, pilihan processor untuk pengguna mainstream yang mementingkan value belum terkonfirmasi. Namun dengan beredarnya beberapa processor Sempron dengan socket 939—yang seharusnya hanya tersedia dengan socket 754 dan 939—agaknya akan menjadi pertanda baik. Akanlah sangat mengembirakan jika pada akhinya AMD tidak lagi membedakan socket processor desktop untuk kelas value/mainstream dengan kelas performance.

Modul memory DDR2 tentunya juga digunakan di sini. Virtualization technology akan tersedia untuk Athlon FX, Athlon X2 dan Athlon 64.

Sebagai kelas high-end, Athlon FX akan disertakan dengan teknologi dual core. Sementara untuk Athlon X2 dan Athlon 64 mencoba untuk meningkatkan optimalisasi penggunaan catudayanya.

Sedangkan untuk processor Sempron, hanya memperbarui dukungannya untuk modul memory DDR2.

Untuk processor desktop dengan socket AM2 baru ini, menggunakan rangka pengikat (retention kit) yang berbeda. Ini akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk pengguna processor AMD sebelumnya yang sudah memiliki cooling device “andalan”. Katakanlah jika penggunanya sudah memiliki watercooling, perlu membeli watercooling kit baru ataupun sekadar converter untuk retention kit jika menggunakan socket terbaru ini.

Berasamaan dengan digunakannya socket AM2, processor yang akan digunakan adalah processor dari 3 core dengan codename yang berbeda. Core Manila akan digunakan pada Sempron terbaru mendatang. Core Orleans digunakan pada processor single core pada socket AM2. Sedangkan core Windsor digunakan pada processor dual core-nya. Beberapa processor terbaru AMD untuk desktop yang direncanakan akan hadir pada tahun ini dengan socket AM2 dapat dilihat pada tabel.

Keberhasilan AMD mengoptimalisasikan penggunaan catu daya mendorongnya juga terjun ke set-top box. Dengan dimensi yang compact, membutuhkan processor dengan tingkat panas saat beroperasi yang minimal. Penggunaannya untuk kebutuhan utama multimedia entertainment, juga mengharuskannya tetap memberikan kinerja yang memuaskan. Untuk itu, AMD’s Live! terwujud menjawab tantangan pesaingnya untuk hal yang serupa.

Socket-S1 untuk Mobile
Tidak hanya pembaruan socket untuk processor desktop dan server, processor untuk mobile pun juga diperbarui. Seperti sudah dinyatakan sebelumnya, peralihan penggunaan DDR2 memang sudah dicanangkan AMD untuk semua jajaran processor-nya. Demikian juga untuk processor mobile.

Socket-S1 untuk proceesor AMD mobile hanya akan menggunakan pin sejumlah 638. Namun demikian, akan menawarkan banyak fasilitas yang sama dengan socket AM2 ber pin 940, seperti dual channel DDR2. Kemudian ini mungkin akan menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin itu semua dengan hanya memanfaatkan 638-pin?

Sebetulnya “kesalahan” ada pada penggunaan pin AMD Athlon 64 dengan socket 754 terdahulu. Kurang lebih 10% dari jumlah total pin tidak mutlak diperlukan. Jadi cukup dengan mengoptimalkan penggunaan pin, maka dapat diwujudkan dengan hanya menggunakan 638-pin.

Dual core pada AMD juga tidak berhenti pada desktop dan server. Dual core juga akan mulai merambah ke mobile. Dengan nama AMD Turion 64 X2, yang juga akan menggunakan socket-S1. Selain digunakannya modul memory DDR2, dimungkinkannya penggunaan interface dual channel memory menjadi sesuatu yang baru untuk processor AMD Turion 64. Ketersediaan virtualization technology juga akan ditanamkan ke dalam processor mobile ini.

Pilihan lain, Mobile AMD Athlon 64 juga menawarkan hal yang serupa. Dukungan penggunaan modul memory DDR2, dengan dual channel memory interface, penggunaan teknologi dual processor juga dimilikinya.

Processor mobile AMD Sempron pun juga mengalami beberapa pembaruan. Tentunya penggunaan modul memory DDR2, juga diterapkan untuk processor mobile AMD Sempron berikutnya. Dimulainya penggunaan dual channel memory interface kemungkinan akan membantu meningkatkan kinerjanya untuk pengguna value. Ditambah dimungkinkannya melakukan komputasi 64-bit, mengejar ketinggalan dari Sempron untuk desktop.

Sepakat untuk Beralih ke DDR2
Beralihnya penggunaan modul memory dari DDR dengan DDR2 tentu saja bukan hal terbaru. Hal ini sudah dimulai oleh pesaingnya sejak tahun 2004 yang lalu. Sisi positifnya, pengembangan modul memory DDR2 sudah semakin matang, baik clock juga latency. Di sisi harga, sudah semakin bersaing dengan modul memory DDR. Bandingkan dengan harga DDR2 saat kali pertama diperkenalkan, yang masih jauh lebih mahal dari modul memory DDR.

Selain digunakannya DDR2, penggunaan virtualization technology menjadi instruksi standar yang disertakan pada kebanyakan processor terbarunya. Namun, masih diperlukan waktu para software developer untuk memanfaatkan teknologi ini. Meskipun pesaingnya juga telah menggunakan teknologi yang serupa pada beberapa processor terbarunya.

Dual core juga semakin lengkap pilihannya. Tidak hanya dengan Athlon X2, Athlon FX
pun akan menggunakan dual core. Demikian juga dengan processor mobile yang akan menyediakan dual core ini. Walaupun untuk hal yang ini, juga telah dilakukan oleh pesaingnya.

Khusus untuk processor desktop, harapan penggunanya untuk menggunakan socket yang sama. Tidak seperti selama ini, di mana socket 754 seolah-olah hanya dikhususkan untuk processor dengan kelas value dengan AMD Sempron. Ini menyulitkan pilihan saat sewaktu-waktu dibutuhkan upgrade processor dengan performance yang lebih baik.

Namun setidaknya, pada saat mendatang akan lebih memudahkan untuk membandingkan performa kedua raksasa processor tersebut, dengan sama-sama digunakannya DDR2. Tinggal masalah sudah optimalkah latency dari DDR2 yang telah beredar, untuk dipacu langsung oleh memory controller yang memang terintegrasi pada AMD Athlon.