Sepakbola Indonesia memulai babak baru perjalanannya. Sebuah pagelaran yang menamakan diri LIGA SUPER INDONESIA akan dimulai pada tanggal 12 Juli 2008. Sebanyak 18 tim yang sudah di audit dan dinyatakan layak oleh Badan Liga Sepakbola Profesional Indonesia (BLI), baik dari sisi pengelolaan dan infrastruktur akan bertarung memperebutkan mahkota pertama Liga Super Indonesia. Mampukah Liga Super Indonesia ini merubah wajah buruk, minim prestasi dan sisi kelam sepakbola Indonesia?

Sejarah Liga di Indonesia

PSSI dinyatakan berdiri pada tanggal 19 April 1930, dan sejak saat itu dimulailah adanya perserikatan yang menggulirkan roda kompetisi internalnya. Lalu pada tahun 1979/1980 muncul liga semi professional yang menamakan diri Galatama (Liga Sepakbola Utama). Galatama merupakan salah satu pionir liga semi pro dan pro di Asia bersama dengan Liga Hong Kong. Pada tahun 1994, dimulailah babak baru liga sepakbola Indonesia dengan meleburkan Perserikatan dan Galatama. Peleburan ini sebenarnya bertujuan baik, memadukan antara fanatisme yang dimiliki oleh Perserikatan dan profesionalisme yang sudah dimiliki oleh Galatama. Namun profesionalisme dalam liga leburan yang menamakan diri Liga Indonesia ini sedikit ternoda karena banyak klub yang masih menggantungkan dana kompetisi dari APBD dan PSSI. Maka, pada tahun 2008 ini digulirkan Liga Super Indonesia yang mengedepankan profesionalisme (sepakbola sebagai industri) dengan menolak tim-tim menggunakan APBD sebagai sumber dana utamanya. Klub-klub Indonesia menjadi profesional ditargetkan pada tahun 2011.

Mampukah sepakbola Indonesia berkembang dan maju dengan adanya Liga Super Indonesia, mari kita kawal dengan kritik membangun dan usulan yang memajukan.