Kabel Coaxial

Kabel Coaxial atau populer dipanggil “coax” terdiri atas konduktor
silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga ini yang
konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial menawarkan beberapa keunggulan.
Antara lain dapat dijalankan dengan tanpa banyak bantuan dari
repeater.

Ada beberapa jenis kabel coaxial, yaitu :

1. Kabel Coaxial Thinnet ( Kabel RG-58 )

Kabel Coaxial Thinnet atau Kabel RG-58 biasa disebut
dengan kabel BNC, singkatan dari British Naval
Connector. Sebenarnya BNC adalah nama konektor yang
dipakai, bukan nama kabelnya.

Kelebihan menggunakan kabel RG-58 adalah :

-Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam
ruangan.
-Dapat langsung dihubungkan ke komputer
menggunakan konektor BNC.

Spesifikasi teknis dari kabel ini adalah :

-Mampu menjangkau bentangan maksimum 185
meter.
-Impedansi Terminator 50 Ohm.

Fungsi:

Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan
radio amatir terutama untuk transceiver yang tidak
memerlukan output daya yang besar.

2. Kabel Coaxial Thicknet ( Kabel RG-8 )

Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 adalah kabel
coaxial yang dipakai untuk instalasi antar gedung,
Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel Coaxial
Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih
besar, kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak
sehingga cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.

Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :

-Mampu menjangkau bentangan maksimum 500
meter.
-Impedansi terminator 50 Ohm.
-Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan
dengan komputer.

Supaya komputer dapat terhubung ke jaringan thicknet,
diperlukan transceiver. Koneksi antara Network Adapter
Card dengan transceiver dibuat dengan menggunakan drop
cable untuk menghubungkan Transceiver dengan
Attachment Unit Interface ( AUI ) pada Network
Adapter Card. Interface dari AUI berbentuk DB-15.
Bila dibandingkan antara Thicknet dengan thinnet,
instalasi kabel thicknet jauh lebih sulit karena sifatnya
lebih kaku dan tidak fleksibel. Tetapi melihat kapasitas
data dan jarak yang bisa dijangkau, jenis kabel ini masih
menjadi favorit sebagai penghubung antar gedung.

Konektor :

1. BNC Kabel konektor
Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor
Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor
Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator

Untuk menandai akhir dari topologi bus.
Sesuai dengan kapasitas maksimal dari kabel coaxial, Ethernet
dengan media transmisi coax hanya ada satu kecepatan transfer
data (10 Mbps).

Terminator yang dapat digunakan adalah terminator dengan nilai
resitansi sebesar 50 OHM.
Penggunaan kabel lebih dari yang disarankan sangat tidak
dianjurkan karena dapat mengurangi performansi dari jaringan
komputer tersebut.

Kabel ini masih digunakan sebagai segmen tulang belakang
(backbone) untuk penyambung di dalam sistem ethernet karena
biayanya murah.

Karakteristik lain dari media tipe ini :

PELINDUNG INTERFERENSI : ada
MAKS. BANDWITH : 10 Mbps
MAKS. KABEL : 500 meter
SOKET : BNC (Bayonet Naval Conector)
BIAYA : murah dibanding UTP
TOPOLOGI FISIK : Bus
INSTALLASI : sederhana

B. Kabel Terpilin

Ada beberapa jenis kabel terpilin, yaitu:

.1 UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel UTP yang biasa digunakan adalah kabel yang terdiri
dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8
buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya digunakan 4 buah saja
untuk dapat mengirim dan menerima data (Ethernet). Perangkat
lain yang berkenaan dengan penggunaan jenis
kabel ini adalah konektor kabel UTP (RJ-45) dan HUB/SWITCH.

Ada beberapa klasifikasi kabel yang digunakan untuk jaringan
twisted-pair, tapi yang paling
populer adalah Category 5 (CAT 5). Masih ada beberapa
klasifikasi untuk CAT 5 ini, untuk pemakaian biasa
digunakan CMR Cable. Kabel CAT 5 dijual dalam bentuk rol di
dalam karton berlubang untuk memudahkan penanganannya.

Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang
dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata ‘Registered
Jack’). Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon
(RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat,
maka kabel network ini menggunakan empat pasang.

Ada dua macam pemasangan yang menghasilkan ‘Ujung A’ (End
A) dan ‘Ujung B’ (End B). Urutan pemasangan kawat pada
konektor yang dikenal
sebagai End A dan End B ini pada dasarnya adalah standar
EIA568A dan EIA568B. Kabel CAT 5 yang kerdua ujungnya
adalah Ujung A disebut sebagai
straight-through cable (kabel langsung), sedangkan bila yang
satu Ujung A dan yang lainnya Ujung B dinamakan cross-over
cable (kabel silang).


Skema Kabel dengan menggunakan H U B

Skema Kabel Langsung ( Pear to Pear )

Apabila ingin menghubungkan dua komputer langsung tanpa
menggunakan hub dengan kabek network, maka yang diperlukan
adalah cross-over cable. Hubungan komputer
dengan menggunakan hub memerlukan straight through cable.
Sebenarnya pada kabel CAT 5 tidak semua kawat terpakai.
Hanya kawat yang terhubung pada pin nomor 1, 2 ,3 dan 6
yang terpakai sedangkan kawat yang terhubung pada pin nomor
4, 5, 7 dan 8 tidak terpakai.

Perangkat yang berhubungan dengan UTP

Alat-alat yang berhubungan dengan pemakaian kabel UTP :

1. Konektor RJ-45.

a. RJ-45 : untuk jaringan komputer.

Gambar RJ-45

b. RJ-11 : untuk kabel telepon.

Gambar RJ-11

2. Tang Crimping (Scrimping tools).

Untuk pemasangan konektor RJ-45 pada kabel
UTP,digunakan tang khusus yang disebut “crimp
tool” yang memiliki 8 pin untuk menekan pin-pin
tembaga pada konektor tersebut. Alat ini gunanya
untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke
kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah
tidak bisa dicopot lagi konektornya.

Gambar Scrimping Tools

3. LAN Tester.

Sebuah LAN tester juga diperlukan untuk
mengetes apakah kabel UTP sudah terpasang
dengan benar.Bentuknya seperti kotak dan ada
lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedapkedip.

Gambar LAN Tester

4. Hub

Gambar HUB

Hub merupakan perangkat pengubung dalam
suatu jaringan komputer. Pada jaringan bertopologi
star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang
memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini
komputer yang sudah memasang NIC) bergabung
menjadi satu jaringan. Hub memiliki 4 – 24 port plus
1 port untuk ke server atau hub lain. Dalam
menghubungkan antara hub dengan computer atau
hub dengan hub lain dapat digunakan kabel UTP
yang telah dipasang konektor RJ-45 atau RJ-11.
Pemasangan kabel ini disesuaikan dengan
kebutuhan.

5. Bridge

Gambar Bridge

Bridge adalah perangkat yang berfungsi
menghubungkan beberapa jaringan terpisah. Bridge
bisa menghubungkan tipe jaringan berbeda-beda
atau tipe jaringan yang sama. Bridge memetakan
alamat ethernet dari setiap node yang ada pada
masing-masing segmen jaringan dan
memperbolehkannya hanya lalu lintas data yang
diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah
paket, bridge menentukan segmen tujuan dan
sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak,
jika segmennya berbeda, paket akan diteruskan ke
segmen tujuan. Bridge juga bisa mencegah pesan
rusak untuk tak menyebar keluar dari satu segmen.

6.Router

Gambar Router

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan
bridge. Perbedaannya router menyaring (filter) lalu
lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan
melihat alamat paket data, tetapi dengan
menggunakan protokol tertentu. Router muncul
untuk menangani perlunya membagi jaringan secara
logical bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi
jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya
lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu
yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain.

Kabel UTP mempunyai ciri :

PELINDUNG INTERFERENSI : tidak ada
MAKS. BANDWITH : 100 Mbps
MAKS. KABEL : 100 meter
SOKET : RJ-45 (RJ = Registered Jack)
BIAYA : murah
TOPOLOGI FISIK : Star, Extended Star, Tree
INSTALLASI : Mudah

Beberapa Kategori (CAT) Kabel UTP :

Kategori 1 : Memiliki kualitas transmisi terendah disbanding
dengan category yang lain. Didesain untuk
mendukung sinyal analog. Kabel UTP kategori 1
ini biasa digunakan untuk sambungan telepon
analog atau yang dahulu disebut sebagai POTS
(Plain Old Telephone Service) dan ISDN.
Kategori 2 : Kabel UTP Cat 2 merupakan kabel UTP yang
memiliki kualitas transmisi diatas kualitas UTP
Cat 1. UTP Cat 2 didesain untuk mendukung
transmisi komunikasi data maupun suara
digital. Kecepatan transmisi data yang dimiliki
oleh UTP Cat 2 ini mencapai 4 mbps. Biasanya
diguakan untuk protocol localtalk (Apple).
Kategori 3 : Untuk protocol ethernet dengan kecepatan
data hingga 1 Mbps.
Kategori 4 : Untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM)
dengan kecepatan data hingga 20 Mbps.
Kategori 5 : Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan
data hingga 100 Mbps.
Kategori 5+ : Kecepatan transmisi data maksimal 1000
Mbps.
Kategori 6 : Kabel UTP Category 6 (Cat 6) merupakan jenis
kabel UTP yang memiliki kualitas transmisi
yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan
kabel UTP dengan kategory 5. UTP Cat 6 ini
telah didesain dengan sedemikain rupa,
sehingga mamiliki kemampuan untuk
mendukung komunikasi data dan suara dengan
kecepatan transmisi mencapai lebih dari 10
gbps(Giga Byte per Second).
Kategori 7 : Kabel UTP Category 7 (Cat 7) merupakan jenis
kabel UTP yang memiliki kualitas transmisi
yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan
kabel UTP dengan kategory 6. UTP Cat 7 ini
telah didesain dengan sedemikain rupa,
sehingga mamiliki kemampuan untuk bekerja
pada frekuensi lebih dari 600 MHz.

Fungsi:

Sebagai contoh penggunaan kabel UTP untuk sehari-harinya
adalah digunakan untuk LAN dan kabel telpon. Salah satu alasan
utama kenapa jenis kabel UTP ini sangat popular dibandingkan
dengan jenis kabel lainnya adalah karena penggunaan Kabel UTP
sebagai kabel telpon. Karena banyak gedung menggunakan kabel
ini untuk sistem telepon dan juga biasanya ada kabel extra yang
dipasang untuk memenuhi pengembangan di masa mendatang.
Karena kabel ini juga bisa digunakan untuk mentransmisikan data
dan juga suara, maka menjadi pilihan untuk membangun jaringan
komputer. Yang membedakan antara telpon dengan komputer
dalam hal penggunaan kabel UTP ini adalah terletak pada jacknya
atau konektornya. Pada komputer digunakan RJ-45, yang
dapat menampung 8 koneksi kabel sedangkan pada telpon
digunakan RJ-11, dapat menampung 4 koneksi kabel dan
ukurannya lebih kecil. Lebih jelasnya bisa dilihat koneksi dari
telpon anda yang menggunakan RJ-11.

.2 STP (Shielded Twisted Pair)

Dilihat dari namanya Shielded Twisted Pair, kabel networking
tipe ini terdiri dari 4 pasang dawai kabel yang masing-masing
pasang dipelintir.

Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan
antisipasi tekukan kabel. STP yang diperuntukkan bagi instalasi
jaringan ethernet memiliki resistansi atas interferensi
elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan
ukuran fisik kabel.

Kabel STP memiliki kelebihan dan kekurangan persis sama
dengan kabel UTP, memiliki satu hal keunggulan yakni jaminan
proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal dan
harganya lebih mahal dari UTP.

Tidak seperti kabel Coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan
bagian dari sirkuit data, karena itu perlu di-ground pada setiap
ujungnya. Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh
tanpa bantuan device penguat (repeater).

Konektor RJ-45 & Tang Crimping
Konektor RJ-45 digunakan untuk memasang kabel UTP dan
memiliki 8 buah pin sebagai media transmisi data. Kabel UTP
disusun berdasarkan warna yang telah ditentukan (urutan
STRAIGHT atau CROSS) kemudian dimasukkan ke konektor RJ-
45 dengan menggunakan sebuah tang khusus bernama tang
crimping.

Karakteristik media tipe ini :

PELINDUNG INTERFERENSI : ada
MAKS. BANDWITH : 100 Mbps
MAKS. KABEL : 100 meter
SOKET : RJ-45 (RJ = Registered Jack)
BIAYA : lebih mahal dibanding UTP
TOPOLOGI FISIK : Star & Token Ring
INSTALLASI : lebih sulit dibanding UTP

Fungsi:

Kabel jenis ini digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Kabel
STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada
jaringan Token-Ring IBM.

C. Fiber Optic

Kabel fiber optik dibuat dari kaca yang dibungkus oleh pelindung dan
material penguat. Fiber optik menggunakan cahaya untuk menghantar
isyarat, berbeda dengan kabel tembaga yang menggunakan sinyal
elektronik. karena itu kabel jenis ini tidak terpengaruh dengan
gangguan elektromagnet.
Kabel fiber optik sangat sesuai digunakan di
kawasan yang banyak gangguan
elektromagnet dan jarak yang jauh.

Kabel fiber optik mendukung transmisi data berkecepatan tinggi tidak
sama halnya dengan kabel tembaga (UTP dab Coaxial). besarnya data
yangi dapat
di transmisikan memungkinkan penggunaan komunikasi yang
membutuhkan kecepatan seperti video konference. 10BaseF, 100BaseF,
1000BaseF merujuk kepada spesifikasi fiber optik
yang membawa sinyal ethernet, angka F merujuk kepada Fiber.

Connector yang selalu digunakan untuk menyambung kabel fiber optik
ialah ST connector yang menyerupai BNC Connector. Namun begitu SC
connector akan menjadi lebih populer
karena mudah digunakan.

Gambar ST Connector

Penggunaan fiber optik umumnya digunakan pada jaringan besar dan
jaringan tulang punggung (backbone). Tipe ini berisi satu serat kaca
tipis yang mengalirkan data dalam pulsa
cahaya. Cahaya pulsa merepresentasikan informasi digital yang dibawa
melalui jaringan. Harga dan instalasi fiber optik memang mahal
walaupun kini semakin turun karena itu pada umumnya
orang kemudian mengkombinasikannya dengan kabel tembaga.

Beberapa keuntungan kabel fiber optic:

· Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi, mencapai gigabits per second
· Bandwidth: fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
· Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”.
· Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor, atau bahkan kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
Maintenance: kabel-kabel fiber optic memakan biaya perawatan relative murah.

Tipe-tipe kabel fiber optic:

· Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)
· Kabel multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi (range) diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
· Plastic Optical Fiber merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa familiar dengan kabel single mode, tetapi harganya sedikit murah.

Kontruksi kabel fiber optic

· Core: bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima. Core berupa helai tunggal dari glass atau plastik yang kontinyu (dalam micron). Semakin beasr ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel fiber optic diukur mengacu pada diameter core-nya.
· Cladding: merupakan lapisan tipis yang menyelimuti fiber core.
· Coating: adalah lapisan plastik yang menyelimuti core dan cladding. Penyangga coating ini diukur dalam micron dan memilki range 250 sampai 900 micron.
· Strengthening fibers: terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi
Cable jacket: merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan kabel.

Karakteristik dan ciri-ciri media tipe ini adalah :

PELINDUNG INTERFERENSI : ada
MAKS. BANDWITH : 100 Mbps ~ 1 Gbps
MAKS. KABEL : 2000 meter
SOKET : ST (Spring Loaded Twist)
BIAYA : mahal jika
TOPOLOGI FISIK : Bus & Star
INSTALLASI : paling rumit

Fungsi:

Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk
komunikasi suara dan data.
D. Konektor BNC

Male 50 ohm BNC Konektor

BNC (bayonet Neill-Concelman) Konektor yang sangat umum adalah jenis RF Konektor digunakan untuk terminating coaxial cable

Penggunaan Konektor BNC yang digunakan untuk koneksi sinyal RF, untuk analog dan Serial Digital Interface sinyal video, antena sambungan radio amatir, elektronik penerbangan (avionics) dan berbagai jenis peralatan elektronik ujian.
Konektor BNC adalah alternatif dari Konektor RCA komposit bila digunakan untuk video pada perangkat video komersial, walaupun banyak konsumen elektronik dengan perangkat RCA jacks dapat digunakan dengan BNC hanya peralatan komersial video melalui adaptor sederhana. Konektor BNC yang umum digunakan pada 10base2 tipis jaringan Ethernet, baik pada kabel interconnections dan kartu jaringan, meskipun ada sebagian besar telah diganti dengan yang baru, kabel perangkat Ethernet tidak menggunakan coaxial cable. Beberapa jaringan ARCNET menggunakan BNC-terminated coax.

Spesifikasi

BNC konektor ada di versi 50 dan 75 ohm. Awalnya semua itu 50 ohm dan digunakan dengan kabel impedances yang lain, mismatch kecil yang diabaikan di frekuensi rendah. 75 ohm jenis yang kadang-kadang dapat diakui oleh berkurangnya atau tidak ada dielectric dalam perkawinan berakhir. Berbagai versi yang dirancang untuk pasangan satu dengan yang lain, [1] walaupun Impedance mismatch dalam kabel dapat mengakibatkan sinyal reflections. Biasanya, ditentukan untuk digunakan pada frekuensi masing-masing sampai 4 dan 2 GHz,.
Konektor BNC75 ohm terutama yang digunakan untuk video dan DS3 Telco aplikasi kantor pusat sedangkan 50 ohm digunakan untuk data dan RF. Terjadi konvensi di BBC pada konektor BNC yang digunakan untuk video selalu 50 ohm mungkin karena konektor BNC 50 ohm akan merusak soket 75 ohm jika terhubung dalam kesalahan. Many VHF receivers used 75 ohm antenna inputs so often used 75 ohm BNC connectors. Banyak digunakan receivers VHF 75 ohm antena masukan sehingga sering digunakan konektor BNC 75 ohm.

Sejarah

Konektor yang dinamai setelah bayonet mount mekanisme penguncian dan dua penemu, Paul Neill dari Bell Labs (penemu dari konektor N) dan Amphenol engineer Carl Concelman (penemu dari konektor C), dan jauh lebih kecil dari yang baik N dan C konektor. Lainnya backronyms yang telah BNC dijemput selama bertahun-tahun termasuk: “Anak-Neill Concelman”, “Baby Konektor N”, “British Naval Connector”, “bayonet Nut Connector”, “bayonet Naval Connector”. Dasar untuk pembangunan Konektor BNC besar adalah karya octavio M. Salati, lulusan dari Moore Sekolah Teknik Elektro dari Universitas Pennsylvania (BSEE’36, PhD’63). Dia filed paten di 1945 (diberikan 1951) ketika bekerja di Hazeltine Elektronik Corporation untuk ditempatkan pada kabel konektor di konektor coaxial yang akan meminimalkan gelombang refleksi / kerugian.

Konektor Similar

J Thread versi dari konektor BNC, yang dikenal sebagai Konektor TNC (untuk Threaded Neill-Concelman) juga tersedia. Memiliki performa unggul dengan konektor BNC pada gelombang frekuensi.

Triaxial Konektor BNC

Konektor BNC umum digunakan di NIM elektronik, tetapi sekarang sering diganti dengan Lemo 00 miniatur konektor yang memungkinkan untuk densities tinggi. Untuk tegangan tinggi, konektor MHV dan SHV biasanya digunakan. Konektor MHV mudah keliru untuk konektor BNC dan dapat dibuat ke jantan dengan memaksa mereka dengan kasar. Konektor SHV yang dikembangkan sebagai alternatif yang lebih aman ke konektor MHV dan tidak akan intermate biasa dengan konektor BNC.
Di USSR, konektor BNC telah disalin sebagai konektor SR-50 (Rusia: СР-50) dan SR-75 (Rusia: СР-75). Konektor ini sedikit berbeda dimensi (sebagai akibat dari recalculating ke Imperial Metric system), namun umumnya yang dapat dengan BNC, terkadang dengan kekuatan diterapkan.
Twin BNC (juga dikenal sebagai twinax) menggunakan konektor yang sama bayonet latching shell sebagai Konektor BNC biasa, namun mengandung dua independen kontak poin (satu lelaki dan satu perempuan), yang memungkinkan sambungan dari 78 atau 95 ohm ohm tameng diferensial pasangan seperti RG -108A. [3] Mereka mampu beroperasi pada 100 MHz dan 100 volts. Twin konektor BNC tidak akan intermate biasa dengan konektor BNC.
Triaxial (juga dikenal sebagai triax) adalah konektor BNC pada varian yang membawa kedua sinyal dan menjaga serta tanah konduktor. Ini digunakan dalam sistem pengukuran elektronik sensitif, terutama dari Keithley manufaktur. [Kutipan diperlukan] awal yang dirancang dengan ekstra hati hanya sebuah konduktor, namun akan tri-aksial konektor juga termasuk tiga penyeretan pengaturan untuk menyingkirkan suatu kebetulan terpaksa perkawinan dengan sebuah konektor BNC. Adaptors agar ada beberapa kemungkinan interkoneksi antara tri-ax dan konektor BNC.

TABEL: Karakteristik titik-ke-titik media terpandu

Rentang frekuensi Atenuasi khusus Delay khusus Jarak repeater
Twisted pair (dengan loading) 0 – 3,5 kHz 0,2 dB/km @ 1kHz 50 µs/Km 2 km
Twisted pair (kabel multipair) 0 – 1 MHz 3 dB/km @ 1kHz 5 µs/Km 2 km
Coaxial 0 – 500 MHz 7 dB/km @ 10kHz 4 µs/Km 1 – 9 km
Fiber Optic 180 – 370 THz 0,2 – 0,5 dB/km 5 µs/Km 40 km


TABEL: Perbandingan jenis kabel

Karakteristik Thinnet Thicknet Twisted Pair Fiber Optic
Biaya/harga Lebih mahal dari twisted Lebih mahal dari thinnet Paling murah Paling mahal
Jangkauan 185 meter 500 meter 100 meter 2000 meter
Transmisi 10 Mbps 10 Mbps 1 Gbps > 1 Gbps
Fleksibilitas Cukup fleksibel Kurang fleksibel Paling fleksibel Tidak fleksibel
Kemudahan instalasi Mudah Mudah Sangat mudah Sulit
Resistensi terhadap inferensi Baik Baik Rentan Tidak terpengaruh